Thursday, 17 April 2014

Karya-karya Hans Christian Andersen yang mengguncang dunia

Hans Christian Andersen, siapa tak mengenal penulis satu ini. Karya-karyanya telah dibaca dan diterjemahkan di seluruh penjuru dunia. Tentu anda mengenal kisah Anak Itik yang Buruk Rupa, Thumbelina, Putri Duyung, dan Si Gadis Korek Api. Dari tangan Hans Christian Andersen inilah dongeng-dongeng dunia itu lahir.

Hans Christian Andersen adalah nama tradisional orang Denmark. Ia lahir pada tanggal 1805 di Kota Odense, bagian selatan Denmark. Sejak kecil, Hans Christian Andersen sudah mengenal berbagai cerita dongeng karena ia gemar membaca buku. Hidupnya juga akrab dengan berbagai pertunjukan sandiwara. Sementara, sang ibu kerap mengenalkan Andersen dengan cerita-cerita rakyat.

Hal yang membuat karya Hans Christian Andersen begitu disukai adalah nilai-nilai yang terkandung dalam setiap cerita. Dongeng-dongeng Andersen banyak berisi pesan yang bisa di sampaikan pada semua orang, tanpa memandang status, usia, asal-usul dan jenis kelamin. Tidaklah mengherankan jika karya-karyanya itu kemudian diterjemahkan ke hampir 150 bahasa dunia. Karya Andersen baru muncul pertama kali dalam edisi bahasa Inggris pada 1846.

Banyak orang sukses ternyata berasal dari keluarga miskin. Begitu pula dengan Hans Christian Andersen. Ayahnya, Hans Andersen, adalah seorang pembuat sepatu. Namun ia sering mengajak anaknya menonton sandiwara. Sementara itu, ibu Andersen bekerja sebagai buruh cuci. Ibunyalah yang memperkenalkan Andersen dengan cerita-cerita rakyat.

Hans Christian Andersen kerap menulis cerita berdasarkan kisah hidupnya sendiri. The Improvisator, misalnya. Novel ini bercerita tentang upaya seorang bocah Italia yang miskin untuk masuk kedalam lingkungan pergaulan masyarakat. Selain itu, ia juga menuliskan kisah pribadinya kedalam sekumpulan puisi Phantasier og Skisser.

Perjuangan Hans Christian Andersen kecil untuk bertahan hidup sangatlah berat. Ia mengambil pekerjaan apapun agar bisa bersekolah. Apalagi setelah kepergian ayahnya tahun 1816. Andersen bahkan pernah menjadi buruh pabrik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Andersen benar-benar menjadi sebatang kara ketika ibunya meninggal pada 1833. Kemudian Andersen pindah ke Kopenhagen. Ia mencoba peruntungan sebagai pemain dan penulis skenario teater. Akan tetapi, karyanya tidak diterima dimana-mana. Kemudian Andersen bertemu dengan seorang bernama Jonas Collin yang tertarik pada Andersen. Collinpun membantu biaya pendidikannya. Sebelum menyelesaikan pendidikannya di sekolah bahasa, Andersen telah berhasil mempublikasikan cerita pertamanya, The Ghost at Palnatoke’s Grave atau Hantu di Kuburan Palnatoke di tahun 1822. Setelah mempublikasikan beberapa buku, Tahun 1835 Andersen mempublikasikan cerita dongengnya yang abadi sampai sekarang.

Nama Hans Christian Andersen mulai di perhitungkan sejak ia meluncurkan novel berjudul The Improvisator pada 1835. Ia meraih sukses besar. Kehidupan Andersen yang tadinya begitu sulitpun berubah. Bahkan, buku ini merupakan karya Andersen yang paling banyak di baca orang selama ia hidup. Melihat kesuksesan karyanya ini, Andersen kemudian menerbitkan 7 dongeng buatannya pada tahun yang sama.

Dongeng Anak Itik yang Buruk Rupa, siapa yang tak kenal dengan kisah ini. Hampir setiap anak di dunia pernah mengetahui kisah anak itik yang buruk rupa hingga dikucilkan oleh teman-temannya. Siapa sangka, anak itik itu kemudian berubah menjadi seekor angsa yang cantik. Kisah ini mengajarkan kita agar tidak menilai orang berdasarkan keadaan fisiknya saja.

Dongeng Hans Christian Andersen lainnya yang terkenal adalah si putri duyung. The Little Mermaid, tokoh gadis cantik berwujud setengah ikan dan setengah manusia ini di abadikan menjadi sebuah patung di Pelabuhan Kopenhagen, Denmark. Hal ini sebagai wujud penghargaan atas peran Andersen bagi dunia, khususnya Denmark.

Andersen lebih dikenal sebagai penulis dongeng anak. Pada 1835, ia meluncurkan cerita anak-anak Tales for Children dalam bentuk buku saku dengan harga terjangkau. Kemudian ia membuat buku kumpulan cerita yang diberi judul Fairy Tales and Story, yang digarapnya dalam kurun 1836-1872.

Dongeng anak-anak karya Andersen kebanyakan diterbitkan berdekatan Natal. Dongeng-dongengnya tidak hanya berisi kisah hayalannya, Andersen juga kerap menceritakan kembali dongeng anak-anak yang didengarnya semasa kecil.

Semasa hidupnya, Andersen menulis 156 cerita. Dari jumlah itu, 12 dongeng ditulisnya berdasarkan cerita rakyat Denmark. Selebihnya merupakan cerita khayalan yang lahir dari buah fikirannya sendiri.

Dua dari cerita dongengnya yang amat terkenal adalah The Little Mermaid dan The Emperor’s New Clothes. Dua dongeng ini diterbitkan dalam kumpulan cerita pada 1837. Tujuh dongengnya yang lain: Little Ugly Duckling, The Tinder Box, Little Claus and Big Claus, Princess and the Pea, The Snow Queen, The Nightingale dan The Steadfast Tin Soldier, juga di kenal di berbagai belahan dunia sebagai cerita yang kerap di dongengkan pada anak-anak.

Sepanjang hidup Hans Christian Andersen selalu berisi perjalanan, membuat Andersen tidak pernah menetap di suatu tempat. Bahkan sepanjang hidupnya ia tidak pernah memiliki rumah. Jika tidak menyewa kamar, Andersen tinggal dirumah kerabat atau orang-orang yang mengundangnya di berbagai penjuru dunia. Akan tetapi, Denmark-lah rumahnya.

Di Odense, terdapat sebuah rumah yang diyakini masyarakat sebagai tempat kelahiran Andersen. Sebagai penghargaan, rumah tersebut sejak 1908 dijadikan museum oleh pemerintah Denmark. Di museum itu tersimpan berbagai koleksi peninggalan Andersen, catatan perjalanan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sang penulis.

Selain di buatkan museum, Andersen juga dikenal dengan patung-patung dirinya. Pahatan batu berwujud Andersen dapat di lihat di berbagai sudut kota dunia seperti di Central Park, New York, di Solvang, dan di Lublin, Polandia.

Begitu legendarisnya Hans Christian Andersen bagi masyarakat Denmark. Selain di abadikan dalam bentuk patung yang tersebar di berbagai tempat di Denmark, Hans Christian Andersen juga dikenang lewat nama sebuah restoran. Den Grimme Elling atau The Ugly Duckling adalah sebuah restoran di salah satu sudut Denmark yang menggunakan nama dari salah satu karya Andersen.

Setiap dua tahun sekali sejak tahun 1956, diadakan kompetisi bagi para penulis dan ilustrator buku anak. International Board on Books for Young People mengumumkan pilihan mereka atas pengarang dan ilustrator terbaik yang akan mendapatkan penghargaan bergengsi The Hans Christian Andersen Awards. Hingga saat ini The Hans Christian Andersen Awards dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi para penulis dan ilustrator buku anak.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tag :karya hans christian andersen | kumpulan cerita hans christian andersen | cerita hans christian andersen | cerita karangan hc andersen | cerita karya hc andersen |

Related Posts to "Karya-karya Hans Christian Andersen yang mengguncang dunia"

Response on "Karya-karya Hans Christian Andersen yang mengguncang dunia"