Thursday, 31 July 2014

Contoh Proposal Bisnis Penjahit Baju

Contoh Proposal Bisnis Penjahit Baju Contoh Proposal Bisnis Penjahit BajuSTUDI KELAYAKAN BISNIS PENJAHIT BAJU

Saya merupakan seorang penjahit pakaian pria di daerah. Pada suatu hari saya berkunjung ke rumah saudara saya di kota. Saya melihat beberapa penjahit pakaian disana mempunyai order yang cukup banyak. Hal ini terlihat dari banyaknya pakaian yang sudah siap tergantung di lemari kaca mereka, dan sibuknya beberapa karyawan yang sedang menjahit pakaian.

Kemudian saya bertanya kepada mereka berapa lama waktu yang diperlukan jika saya ingin menjahit pakaian. Ia bilang 10-12 hari karena banyak yang antri dan belum selesai. Sedangkan di tempat saya hanya 2-3 hari sudah selesai karena sedikitnya order.

Melihat peluang dan kesempatan ini saya merencanakan akan pindah usaha menjahit ke kota ini.

I.      KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha

Pemrakarsa

Dengan latar belakang yang seperti diceritakan diatas, maka saya merencanakan membangun usaha Penjahit Baju. Mengingat keterbatasan dana dalam membangun usaha tersebut, saya bermaksud untuk meminjam dana untuk menutupi kekurangan dana investasi saya.

Kepemilikan Usaha

Usaha Penjahit Baju ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha adalah:

Pemilik / Pimpinan Usaha       : Ivan Gunawan.

Karyawan                                : 2 orang

Riwayat hidup pemilik. Saat ini saya masih membuka usaha menjahit baju didaerah, jika usaha ini sudah berjalan normal, maka saya akan pindah ketempat baru ini. Untuk lebih jelas tentang riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.

Modal Usaha

Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 9.570.000 (Sembilan juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah).

Surat-Surat Izin

Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya dilampirkan dalam proposal ini adalah:

-          Surat izin Domisili

-          BPKP motor

-          Surat Kawin

-          Kartu keluarga

-          Kartu tanda penduduk (KTP)

II.    Pemasaran

Produk & Segmentasi

Produk usaha ini adalah menjahit baju dan celana pria baik anak-anak ataupun dewasa.

Segmentasi usaha ini adalah warga disekita lokasi usaha dan para pengunjung yang sering kelokasi tersbut.

Permintaan

Dari hasil wawan cara dengan penjahit yang ada, setiap karyawan mampu menjahit pakaian 8 celana perhari dari jam 8.00 sampai jam 17.00. sedangkan order menjahit sangat banyak, sehingga karyawan sering di lemburkan.

Dengan masuknya atau bertambahnya 1 penjahit lagi, tidak akan merusak permintaan pasar.

Diperkirakan omset usaha penjahit yang saya akan bangun dengan 3 mesin jahit akan full capacity atau 24 order pakaian perhari atau 24 x 22 hari = 528 pakain perbulan.

Pesaing

Pesaing disana cukup banyak, tapi permintaan jasa menjahit pakain cukup tinggi dan terus berkembang. Sehingga usaha disana akan maju bersama, maka pesaing dianggap tidak ada.

Peluang

Karena pesaing dianggap tidak ada, maka peluang sama dengan permintaan. Sehingga proyeksi omset usaha ini adalah:

Biaya menjahit Rp 25.000 perpakaian

Modal 10%, yaitu: benang, dan kain puring

bulan

Bulan

Order

Kenaikan
(%)

(Pakaian)

(Rp 000)

Bulan-1

316

7,920

60

Bulan-2

369

9,240

70

Bulan-3

422

10,560

80

Bulan-4

475

11,880

90

Bulan-5

528

13,200

100

Bulan-6

528

13,200

100

Bulan-7

528

13,200

100

Bulan-8

528

13,200

100

Bulan-9

528

13,200

100

Bulan-10

528

13,200

100

Bulan-11

528

13,200

100

Bulan-12

528

13,200

100

Awal bulan operasi diperkirakan omset masih kecil, karena belum mempunyai pelanggan dan akan meningkat terus sejalan dengan penyebaran informasi serta mendapatkan pelanggan baru.

 

III.  Lokasi dan Teknis

Lokasi Usaha

Lokasi usaha terletak di dalam pasar tradisional dikota tersebut

Fasilitas dan perlengkapan usaha yang diperlukan dalam membangun usaha ini adalah:

-          Sewa kios 1 tahun                                                                         Rp    7.000.000

-          Mesin Jahit 3 unit x Rp 1.000.000                                                Rp    3.000.000

-          Mesin Obras 1 unit x Rp 1.000.000                                              Rp    1.000.000

-          Lemari kaca 2 unit x @ 1.000.000                                                Rp    2.000.000

-          Meja 1 unit                                                                                    Rp       500.000

-          Lain-lain                                                                                        Rp       500.000

Total                                                         Rp  14.000.000

IV.  Proyeksi Keuangan

Total biaya pembangunan Usaha Penjahit Baju ini sebesar Rp 19.140.000, dengan rincian sebagai berikut:

Investasi tetap:

Modal Kerja:

-          Sewa kios 1 tahun                                                                         Rp    7.000.000

-          Mesin Jahit 3 unit                                                                          Rp    3.000.000

-          Mesin Obras 1 unit                                                                        Rp    1.000.000

-          Lemari kaca 2 unit                                                                        Rp    2.000.000

-          Meja 1 unit                                                                                    Rp       500.000

-          Lain-lain                                                                                        Rp       500.000

Total                                                         Rp  14.000.000

Modal Kerja operational bulan pertama                                            Rp     5.140.000

Grand Total                                       RP   19.140.000

Sumber Dana Investasi

Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:

Modal sendiri

-          Investasi Tetap                  Rp   7.000.000 (50%)

-          Modal Kerja                      Rp   2.570.000 (50%)

-          Total                                  Rp  9.570.000

Kredit Bank

-          Investasi Tetap                  Rp   7.000.000 (50%)

-          Modal Kerja                      Rp   2.570.000 (50%)

-          Total                           Rp  9.570.000

Grand Total             Rp 19.140.000

Asumsi Proyeksi Keuangan:

Asumsi-asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir lampiran keuangan, seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang,  Kenaikan Harga dan Biaya (escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.

Pembayaran Kredit

Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua operasional, dan berakhir pada bulan ke-12. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)

Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

 

Bulan

Pokok Kredit

(Rp 000)

Bunga Kredit

(Rp 000)

Total

(Rp 000)

Bulan-1

798

117

915

Bulan-2

798

146

944

Bulan-3

798

133

931

Bulan-4

798

120

918

Bulan-5

798

106

904

Bulan-6

798

93

891

Bulan-7

798

80

878

Bulan-8

798

66

864

Bulan-9

798

53

851

Bulan-10

798

40

838

Bulan-11

798

27

825

Bulan-12

792

13

805

 

Proyeksi Laba Rugi

Pada bulan operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 2.914.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 4.072.000. Akumulasi keuntungan selama 1 tahun pertama adalah Rp 80.513.000. Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03

Analisa Investasi

Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:

  1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.

Payback Period usaha ini adalah 3 bulan.

  1. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

IRR 1 tahun sebesar 33,25%. (diatas bunga bank 1,67% perbulan)

Rasio Keuangan

Metode yang digunakan adalah:

Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.

 

Bulan

Likuiditas

Bulan-1

92.28%

Bulan-2

148.35%

Bulan-3

230.79%

Bulan-4

347.44%

Bulan-5

510.22%

Bulan-6

730.93%

Bulan-7

1021.96%

Bulan-8

1434.09%

Bulan-9

2062.47%

Bulan-10

3137.17%

Bulan-11

5394.07%

Bulan-12

13041.91%

 

Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

Profitabilitas

Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) danROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.

 

Bulan

ROI

ROE

Bulan-1

16.52%

30.44%

Bulan-2

24.04%

42.55%

Bulan-3

32.28%

55.10%

Bulan-4

41.35%

67.66%

Bulan-5

51.37%

80.21%

Bulan-6

54.22%

80.35%

Bulan-7

57.42%

80.49%

Bulan-8

61.01%

80.63%

Bulan-9

65.08%

80.76%

Bulan-10

69.73%

80.90%

Bulan-11

75.10%

81.04%

Bulan-12

81.32%

81.18%

 

Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

V.    Jaminan Kredit.

Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan BPKB motor rumah saya.

Penutup

Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.

Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.

Terimakasih atas kerja samanya.

 

 

 

 

Hormat Kami,

 

 

 

 

 

(Ivan Gunawan)

Pemilik UsahaTag :contoh proposal usaha pakaian | contoh proposal usaha menjahit | contoh proposal usaha jahit pakaian | proposal usaha menjahit | proposal usaha pakaian |

Related Posts to "Contoh Proposal Bisnis Penjahit Baju"

Response on "Contoh Proposal Bisnis Penjahit Baju"