Saturday, 19 April 2014

Contoh Proposal Bisnis Nasi Goreng

Contoh Proposal Bisnis Nasi Goreng 300x247 Contoh Proposal Bisnis Nasi GorengSTUDI KELAYAKAN BISNIS
 NASI DAN MIE GORENG

Suatu jalan di pinggir kota Jakarta pada sore hari hingga larut malam banyak terdapat penjual makanan. Jenis makanan yang dijual oleh mereka seperti, nasi goreng, pecel lele & ayam goreng, soto ayam, soup & sate kambing, dan makanan laut.

Pedagang makanan disana rata-rata mempunyai 1 – 2 pesaing, kecuali pedagangn Nasi & Mie Goreng. Pedagang Nasi & Mie goreng tersebut ramai dikunjungi oleh pelanggan mereka, sehingga sering dagangannya lebih cepat habis dibanding pedagang lainnya.

Mengingat saya mempunyai keahlian dan pengalaman dalam membuat mie dan nasi gareng. Dimana nasi goreng saya mempunyai khas tersendiri, rasanya lebih gurih, nasinya lebih berderai atau tidak lengket dibanding nasi goreng pedagang tersebut.

Mengingat daerah tersebut permintaan akan nasi goreng cukup tinggi dan setiap manusia mempunyai selera yang berbeda-beda, serta baru ada hanya 1 jenis nasi goreng. Maka saya merencanakan akan membangun usaha nasi goreng didaerah tersebut.

I.      KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha

Pemrakarsa

Dengan latar belakang yang seperti diceritakan diatas, maka saya merencanakan membangun usaha Nasi dan Mie Goreng. Mengingat keterbatasan dana dalam membangun usaha tersebut, saya bermaksud untuk meminjam dana untuk menutupi kekurangan dana investasi saya.

Kepemilikan Usaha

Usaha Nasi dan Mie Goreng ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha adalah:

Pemilik / Pimpinan Usaha       : Dedy Kurnia.

Karyawan                                : 1 orang

Riwayat hidup pemilik. Saat ini saya masih membuka usaha nasi dan mie goreng ditempat lain, sedangkan yang mengurus usaha ini adalah saya sendrir dan ditempat yang lama adalah istri saya. Untuk lebih jelas tentang riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.

Modal Usaha

Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 1.200.000 (Satu juta dua ratus ribu rupiah).

Surat-Surat Izin

Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya dilampirkan dalam proposal ini adalah:

-          Surat izin Domisili

-          BPKP motor

-          Surat Kawin

-          Kartu keluarga

-          Kartu tanda penduduk (KTP)

II.    Pemasaran

Produk & Segmentasi

Produk usaha ini adalah:

-          Nasi goreng biasa

-          Nasi goreng special

-          Nasi goreng istimewa

-          Mie goreng atau Rebus biasa

-          Mie goreng atau rebus special

-          Mie goreng atau rebus istimewa

Segmentasi pasar ini adalah masyarakat disekitar lokasi dan pengunjung yang datang dari daerah lain.

Permintaan

Omset tukang nasi dan mie goreng yang sudah beroperasi disana untuk hari biasa mencapai Rp 1.000.000, sedangkan untuk hari sabtu dan minggu mencapai 1.500.000 perhari atau Rp 34.000.000 perbulan.

Dengan adanya aneka nasi dan mie goreng yang saya bangun, diperkirakan akan menyerap sebagian warung-warung yang ada disekitar lokasi tersebut. Sehingga total permintaan nasi dan mie goreng akan mencapai 2 kali lipat dari permintaan nasi goreng yang ada setelah beberapa bulan.

Diperkirakan omset usaha nasi goreng yang saya akan bangun dalam 2 – 3 bulan akan mecapai sama dengan omset nasi goreng yang sudah beroperasi tersebut.

Pesaing

Usaha nasi goreng ini mempunayi 1 pesaing yang sudah beroperasi. Pesaing yang tidak langsung lainnya adalah makanan nasi uduk, pecel lelel, dan sebagainya

Peluang

Berdasarkan analisa permintaan dan pesaing, maka proyeksi omset usaha ini adalah:

bulan

Bulan

Omset
(Rp 000)

Terserap dari warung lain dan kenaikan permintaan

Total permintaan nasi goreng
(Rp 000)

Jumlah pemain
(unit)

Omset rata-rata
(Rp 000)

(%)

(Rp 000)

Historikal:

Bulan-0

34.000

0

0

34.000

1

34.000

Proyeksi:

Bulan-1

34.000

75

25.500

59.500

2

29.750

Bulan-2

34.000

85

28.900

62.900

2

31.450

Bulan-3

34.000

100

34.000

68.000

2

34.000

Bulan-4

34.000

105

35.700

69.700

2

34.850

Bulan-5

34.000

110

37.400

71.400

2

35.700

Bulan-6

34.000

115

39.100

73.100

2

36.550

Bulan-7

34.000

120

40.800

74.800

2

37.400

Bulan-8

34.000

120

40.800

74.800

2

37.400

Bulan-9

34.000

120

40.800

74.800

2

37.400

Bulan-10

34.000

120

40.800

74.800

2

37.400

Bulan-11

34.000

120

40.800

74.800

2

37.400

Bulan-12

34.000

120

40.800

74.800

2

37.400

Awal bulan operasi diperkirakan omset masih kecil, karena banyak yang belum tahu, dan untuk bulan-bulan selanjutnya akan meningkat terus sejalan dengan penyebaran informasi serta meningkatnya pendapatan masyarakat.

III.  Lokasi dan Teknis

Lokasi Usaha

Lokasi usaha terletak di dipinggir jalan raya, dipinggiran kota jakarta

Fasilitas dan perlengkapan usaha yang diperlukan dalam membangun usaha ini adalah:

-          Grobak Nasi & Mie goreng                                                           Rp    3.000.000

-          Kompor, kuali, piring dan gelas                                                    Rp       500.000

-          Lain-lain                                                                                        Rp       500.000

Total                                                         Rp    4.000.000

IV.  Proyeksi Keuangan

Total biaya pembangunan Usaha Nasi dan Mie Goreng ini sebesar Rp 4.405.000, dengan rincian sebagai berikut:

Investasi tetap:

-          Grobak Nasi & Mie goreng                                                           Rp    3.000.000

-          Kompor, kuali, piring dan gelas                                                    Rp       500.000

-          Lain-lain                                                                                        Rp       500.000

Total                                                         Rp    4.000.000

Modal Kerja, beras, telor, minyak,dan lain-lain                            Rp       405.000

Grand Total                                             Rp    4.405.000

Sumber Dana Investasi

Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:

Modal sendiri

-          Investasi Tetap                  Rp   1.200.000 (30%)

Kredit Bank

-          Investasi Tetap                  Rp   2.800.000 (70%)

-          Modal Kerja                      Rp      405.000 (100%)

Total                          Rp  4.405.000

Asumsi Proyeksi Keuangan:

Asumsi-asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir (Microsoft Excel) lampiran keuangan, seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang,  Kenaikan Harga dan Biaya (escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.

Pembayaran Kredit

Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua operasional, dan berakhir pada bulan ke-12. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)

Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

 

Bulan

Pokok Kredit

(Rp 000)

Bunga Kredit

(Rp 000)

Total

(Rp 000)

Bulan-1

267

42

309

Bulan-2

267

44

311

Bulan-3

267

40

307

Bulan-4

267

36

303

Bulan-5

267

32

299

Bulan-6

267

28

295

Bulan-7

267

24

291

Bulan-8

267

20

287

Bulan-9

267

16

283

Bulan-10

267

12

279

Bulan-11

267

8

275

Bulan-12

268

4

272

 

Proyeksi Laba Rugi

Pada bulan operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 10.437.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 12.135.000. Akumulasi keuntungan selama 1 tahun pertama adalah Rp 197.690.000. Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03

Analisa Investasi

Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:

  1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.

Payback Period usaha ini adalah 1 bulan.

  1. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

IRR 1 tahun sebesar 251,77%. (diatas bunga bank 1,50% perbulan).

Rasio Keuangan

Metode yang digunakan adalah:

Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.

Bulan

Likuiditas

Bulan-1

363.75%

Bulan-2

848.66%

Bulan-3

1547.56%

Bulan-4

2500.88%

Bulan-5

3772.17%

Bulan-6

5520.34%

Bulan-7

7967.75%

Bulan-8

11638.53%

Bulan-9

17755.09%

Bulan-10

29981.81%

Bulan-11

66606.34%

Bulan-12

0

 

Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

Profitabilitas

Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.

Bulan

ROI

ROE

Bulan-1

253.26%

869.74%

Bulan-2

314.65%

1011.24%

Bulan-3

408.72%

1224.07%

Bulan-4

492.38%

1366.07%

Bulan-5

562.90%

1437.24%

Bulan-6

646.85%

1508.40%

Bulan-7

714.97%

1508.74%

Bulan-8

799.11%

1509.07%

Bulan-9

905.71%

1509.40%

Bulan-10

1045.12%

1509.74%

Bulan-11

1235.25%

1510.07%

Bulan-12

1510.74%

1510.41%

 

Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

V.    Jaminan Kredit.

Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan BPKB motor rumah saya.

Penutup

Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.

Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.

Terimakasih atas kerja samanya.

 

 

 

 

Hormat Kami,

 

 

 

 

 

   (Dedy Kurnia)

Pemilik UsahaTag :proposal usaha nasi goreng | contoh proposal usaha nasi goreng | proposal nasi goreng | contoh proposal nasi goreng | contoh proposal usaha makanan nasi goreng |

Related Posts to "Contoh Proposal Bisnis Nasi Goreng"

Response on "Contoh Proposal Bisnis Nasi Goreng"