Thursday, 24 July 2014

Contoh Proposal Bisnis Foodcourt

Contoh Proposal Bisnis Foodcourt Contoh Proposal Bisnis FoodcourtSTUDI KELAYAKAN BISNIS
 FOODCOURT

Pada suatu propinsi berdirilah sebuah mal yang besar. Mal tersebut baru beroperasi + 2 tahun, pengunjung mal tersebut sangat ramai, karena setahun yang lalu mal itu belum seramai sekarang, toko-toko di dalam mal itu pun hampir terisi penuh. Di dalam mal tersebut terdapat restoran-restoran fastfood, seperti Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut dan yang lainnya. Tetapi belum ada yang mengelola foodcourt / pujasera, yaitu tempat jajan serba ada. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia mempunyai selera makanan yang berbeda, sehingga pengunjung mal yang datang dengan rekan atau keluarga dan ingin makan dapat memilih makanan sesuai dengan seleranya dan duduk bersama di meja.

Kebetulan saya sudah menghubungi pengelola mal tersebut dan mereka setuju dengan rencana saya untuk membangun foodcourt disana.

I.      KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha

Pemrakarsa

Dengan latar belakang yang seperti diceritakan diatas, saya merencanakan membangun usaha Foodcourt. Mengingat keterbatasan dana dalam membangun usaha tersebut, saya bermaksud untuk mengajak kerjasama kepada rekan-rekan yang berminat atau pada bank untuk meminjamkan dananya atas kakurangan dana investasi kami.

Kepemilikan Usaha

Proyek usaha Foodcourt ini merupakan usaha berbentuk CV., dimana pengurus usaha adalah:

Pemilik / Pimpinan Usaha       : Candra D.

Pengurus Harian                      : Eko Satrio

Karyawan; 4 orang

Riwayat hidup pemilik. Saat ini saya memimpin pengelolan penyewaan gedung kantor yang lokasinya tidak jauh dari mal ini.

Sedangkan yang memimpin usaha ini tetap saya sendiri dan dibantu oleh asisten saya pak Eko Satrio. Untuk lebih jelas tentang Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya lampirkan dalam proposal ini.

Modal Usaha

Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 199.250.000 (Seratus sembilan puluh sembilan juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Surat-Surat Izin

Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya yang dilampirkan dalam proposal ini adalah:

-          Akte pendirian CV, yang dibuat oleh notaries dan disahkan oleh Pengadilan negeri setempat

-          Surat izin Domisili

-          SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)

-          TDP (Tanda Dartar Perusahaan)

-          NPWP (Nomor Pokok Wajik Pengusaha)

-          Sertifikat tanah, Hak milik (Sebagai Jaminan)

-          IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

-          Surat Kawin

-          Kartu keluarga

-          Kartu tanda penduduk (KTP)

II.    Pemasaran

Produk & Segmentasi

Produk usaha ini adalah penyewaan kios-kios yang diperuntukan untuk makanan pokok dan cemilan, dimana hanya boleh dibangun 1 jenis makanan atau merek. Hal ini untuk menjaga persaingan yang tidak sehat.

Segmentasi usaha ini adalah para pengusaha makanan baik yang sudah berpengalaman atau baru.

Permintaan

Dalam rencana membuka usaha foodcourt ini, kami telah menghubungi para pengusaha makanan yang telah beroperasi, baik yang diluar kota ataupun dalam kota. Dimana sebagian besar mereka setuju untuk membuka usaha di foodcourt tersebut. Diperkirakan dalam tahun pertama terisi 85% dan tahun kedua 100%.

Total kios yang akan dibangun sebanyak 20 unit, dengan luas 3 m x 4m = 12 m2 perunit.

Pesaing

Karena foodcourt dibangun di mal dan tidak mungkin ada 2 food court dalam 1 mal, maka pesaing dianggap tidak ada.

Peluang

Berdasarkan hasil analisa dan pesaing, maka proyeksi omset foodcourt ini adalah:

Tahun

Tahun

Tingkat Hunian

Total Omset
(Rp 000)

(unit)

(%)

Harga sewa
(Rp 000)

Service Charge
(Rp 000)

Tahun-1

17

85

17.500

6.000

399.500

Tahun-2

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-3

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-4

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-5

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-6

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-7

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-8

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-9

20

100

17.500

6.000

470.000

Tahun-10

20

100

17.500

6.000

470.000

Mengingat usaha baru dibuka, maka omset penjualan pada tahun pertama belum mencapai target, baru tahun ke-2 terisi penuh..

III.  Lokasi dan Teknis

Lokasi Usaha

Lokasi usaha terletak pada lantai 5 didalam mal tersebut dengan luas 400 m2.

Bangunan

Biaya pembangunan Usaha adalah:

-          Sewa tempat 1 tahun: 400 m2 x @ Rp 40.000/m2 x 12 bulan     Rp   192.000.000

-          Kios 20 unit x @ 12 m2 x @Rp 750.000/m2                               Rp   180.000.000

-          Westafel 6 unit x @ Rp 750.000                                                  Rp       4.500.000

-          Meja 40 unit x @Rp 150.000                                                       Rp       6.000.000

-          Kursi 160 unit x @Rp 100.000                                                     Rp     16.000.000

Total                                                     Rp   398.500.000

 

IV.  Proyeksi Keuangan

Total biaya pembangunan Usaha Foodcourt tersebut sebesar Rp 398.500.000, dengan rincian sebagai berikut:

Investasi tetap:

-          Sewa tempat 1 tahun:                                                                   Rp   192.000.000

-          Kios 20 unit                                                                                  Rp   180.000.000

-          Westafel 6 unit                                                                              Rp       4.500.000

-          Meja 40 unit                                                                                  Rp       6.000.000

-          Kursi 160 unit                                                                               Rp     16.000.000

Total                                                                                                   Rp   398.500.000

Sumber Dana Investasi

Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:

Modal sendiri

-          Investasi Tetap                  Rp  199.250.000 (50%)

Kredit Bank

-          Investasi Tetap                  Rp  199.250.000 (50%)

Grand Total             Rp  398.500.000

Asumsi Proyeksi Keuangan:

Asumsi-asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir lampiran keuangan, seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang,  Kenaikan Harga dan Biaya (escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.

Pembayaran Kredit

Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada tahun pertama operasional, dan berakhir pada tahun ke-8. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)

Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

Tahun

Pokok Kredit

(Rp 000)

Bunga Kredit

(Rp 000)

Total

(Rp 000)

Tahun-1

24,000

31,880

55,880

Tahun-2

24,000

28,040

52,040

Tahun-3

24,000

24,200

48,200

Tahun-4

24,000

20,360

44,360

Tahun-5

24,000

16,520

40,520

Tahun-6

24,000

12,680

36,680

Tahun-7

24,000

8,840

32,840

Tahun-8

31,250

5,000

36,250

Tahun-9

0

0

0

Tahun-10

0

0

0

 

Proyeksi Laba Rugi

Pada tahun operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 33.848.000 dan tahun kedua memperoleh laba sebesar Rp 108.188.000. Akumulasi keuntungan selama 10 tahun adalah Rp 1.144.256.000. Lebih ditail tentanng  Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03

Analisa Investasi

Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:

1.      Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.

Payback Period usaha ini adalah 1 Tahun.

2.      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diterima, sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

IRR sebesar 79,57%.

Rasio Keuangan

Metode yang digunakan adalah:

Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal 1 atau 100%.

Tahun

Likuiditas

Tahun-1

17.40%

Tahun-2

89.48%

Tahun-3

191.76%

Tahun-4

345.31%

Tahun-5

596.70%

Tahun-6

1073.46%

Tahun-7

2294.79%

Tahun-8

#DIV/0!

Tahun-9

#DIV/0!

Tahun-10

#DIV/0!

 

Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

Profitabilitas

Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE (Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.

Tahun

ROI

ROE

Tahun-1

17.55%

16.99%

Tahun-2

38.87%

54.30%

Tahun-3

41.72%

56.22%

Tahun-4

45.03%

58.15%

Tahun-5

48.91%

60.08%

Tahun-6

53.53%

62.01%

Tahun-7

59.10%

63.93%

Tahun-8

68.37%

65.86%

Tahun-9

68.37%

68.37%

Tahun-10

68.37%

68.37%

 

Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

V.    Jaminan Kredit.

Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan Sertifikat tanah milik saya pribadi.

Penutup

Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.

Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.

Terimakasih atas kerja samanya.

 

 

 

 

Hormat Kami,

 

 

 

 

 

(Candra D.)

Pemilik UsahaTag :cara mengelola food court | analisis skb restoran pizza hut | contoh proposal pengajuan sewa tempat usaha makanan | contoh proposal sewa pujasera | contoh surat permohonan kerjasama dengan perusahaan fastfood |

Related Posts to "Contoh Proposal Bisnis Foodcourt"

Response on "Contoh Proposal Bisnis Foodcourt"